
Part two
Sejenak kurenungkan kembali…..apa yang terjadi….mengapa bisa terjadi… inginku coba memahami dan menyelami hingga berakibat seperti ini….
Ingin bisa kubandingkan dengan yang penah kualami, namun semua itu ternyata tidak bisa karena kupikir semua yang kualami tidaklah sebanding dengan siapa aku dan seperti apa aku….
Jika kubertanya dalam hati….rasanya akupun tidak mampu untuk bertanya….. “bagaimana bila semua itu terjadi denganku?”…. tidak bisa, Tanya itu kulontarkan pada diriku!!! Karena aku tidaklah sebanding dengan semua kisah2 itu….
Bagiku terlalu ‘tabu’ untuk mengakui kelemahan dihadapan kesalahan2 orang terhadapku…
Bagiku terlalu ‘tabu’ untuk merintih dan menghiba pada perbuatan keji manusia terhadapku….
Bagiku terlalu ‘hina’ untuk melenyapkan nyawa manusia hanya untuk seonggok dosa yang telah orang perbuat padaku….
Karena aku merasa bukanlah orang suci yang patut untuk dikasihani dan dilukai oleh perbuatan tidak senonoh,keji,dan laknat yang dilakukan orang terhadapku….
Karena aku tahu bahwa tidak ada seorangpun yang berhak menyakiti aku…. Bilapun rasa “sakit” itu datang tentulah bukan karena seseorang,… tetapi karena aku sendiri yang menciptakan rasa sakit..dan itu bukan karena manusia tapi karena diriku sendiri….
Ini adalah bagian dari ‘sepenggal kisah tragis kehidupan’ yang ingin kuutarakan…
Mungkinlah tidak begitu istimewa tetapi aku ada memetik beberapa hikmah yang kudapat dengan mencoba ‘menyelami’ perjalan yang menghasilkan akibat tersebut…
Kisahnya….
Seorang istri telah membinasakan suaminya…. Dengan berteriak dan menangis sang istri menghujamkan pisaunya berkali2 ke dada sang suami hingga menemui ajalnya…
Mengapa kisah ini….?
Semua itu berawal dari perselingkuhan yang direstui dengan sebuah pernikahan kedua… yang rupanya dilakukan suami dengan ancaman supaya diijinkan oleh sang istri….
Hari-2 berlalu….roda kehidupan terus berputar….semua itu dilakoni sang istri dengan penuh penderitaan yang didera oleh suami.
Apa yang terjadi….?
Penderitaan itu tidaklah hal2 yang ringan dan dapat diterima akal sehat oleh manusia normal dan kehidupan rumah tangga sakinah…. Tanpa nafkah lahir batin… tanggung jawab yang besar untuk memikul kebutuhan rumah tangga pun dibebankan pada istri…selain itu pukulan,hujatan,ancaman,dan hutang2 suami juga dibebankan pada istri…. Bahkan…istri dipaksa melayani saat haram untuk melayani..(haa..?????)
Oh Ya Allah….
Alangkah najisnya suami itu…. (binatang atau manusia??)
Alangkah sadisnya suami itu….
Apa yang harus diperbuatnya????
Setan demikian banyak berkeliaran
Iblis begitu keji menghasut otak sang istri….
Dan….yang terjadi….???
Saat keimanan goyah…. Rasa sakit pun menerjang, menghujam!!!
pedih tiada lagi berasa pedih…
darah pun terasa manis…
pilunya hati telah lenyap dari raga….
Jiwapun tak membela lagi dan tak mampu lagi untuk melakukan perbuatan diluar nalar manusia….
Ampunilah…. Maka kisah tragis itupun terjadi dengan singkat
Semua itu dilakukan dengan rencana2 yang matang disaat setan dan iblis berkeliaran memenuhi hari2 istri….
Hari2 yang penuh dengan kepedihan,kepiluan,kesakitan yang menderanya….
Astaghfirullah….Ya Allah…
Apa yang sedang terjadi dengan dunia ini….
Apakah kaum wanita sedemikian lemah dan dangkal???
Sedemikian kuatnya daya jiwa dan raga seorang wanita (mahkluk lemah) yang terguncang akibat kekejian cinta???
Cinta yang pada awalnya memberikan harapan kebahagiaan…
NAMUN ternyata akhirnya Cinta itu jugalah yang membawanya kepada kekejian dunia….
Maha Tahu Allah… Maha Besar Allah….
Tiada lagi yang mampu kuungkapkan untuk cerita ini…..
Rasanya sudah cukup…untuk kusampaikan….
Semoga ini berarti bagi hidup kita dan selanjutnya…
Semoga bisa menjadi pelajaran berharga untuk suami,istri, dan pasangan sakinah yang lain….
JANGAN SAMPAI TERJADI LAGI….’sepenggal kisah seperti ini’…
Finish-vee
(saya tidak sanggup untuk melanjutkan kisah ini krn terlalu keji dan pedih)